Tersenyumlah Sahabat qU

Persahabatan adalah sebuah ikatan yang sangat tulus dan murni selalu siap berbagi disaat suka dan duka, selalu siap menjadi tempat sandaran pada saat seseorang terpuruk, dan selalu siap mencari jalan keluar bersama-sama saat sahabatnya terluka itulah symbol persahabatan sejati. Ku persembahkan sebuah puisi untuk sahabat-sahatat tercintaku doaku selalu menyertai setiap langkah kalian, senyum kalian s’lalu aku dambakan setiap pertemuan kita baik secara langsung maupun tidak karena bagiku kalian adalah identitas sejatiku.


SAHABATKU

Kupandang dirimu dengan mataku
Kusimpan namamu dihatiku
Senyummu tak pernah pudar dari ingatanku
Bersama kita arungi kisah-kisah
Tanpa batas ikatan waktu
Tanganku takkan sungkang merangkul pundakmu
Nasehatku takkan habis menenangkanmu
Saat lara menyayat hatimu
Saat s’mua tinggalkan dirimu
Kukan s’lalu setia temani dirimu
Sahabatku, ijinkan aku hadir disisimu
Menjagamu saat kau butuh sandara
Memelukmu saat kau butuh pelipur lara
Menjagamu saat kau terjatuh
Merawatmu dikala hatimu terluka
Sahabatku, bersama kita berjalan
Tertawa menangis bersama
Saat badai datang menerpa
Saat sang bintang tersenyum pada kita
Tangan kita tak pernah terlepas
Kukan s’lalu menjagamu
Meski hadirku tak s’lamanya bersamamu
Namun doaku tak pernah putus
Menghantar semua rasa sayang terdalam
Hingga senyummu s’lalu kulihat
Sahabatku, jangan ragu kesetiaanku
Ingin s’lalu kuhadir disisimu
Menjagamu saat suka duka
Hingga tawamu s’lalu ramaikan hari
Menentramkan hatiku tiap saat
Sahabatku, raih tanganku
Genggam erat jemariku
Tersenyumlah padaku
Karena tulus kukatakan
Ku s’lalu menyayangimu

Puisi itu ungkapan perasaanku terdalam buat sahabat-sahabatku, siapa saja yang mengerti betapa besar dan indahnya persahabatn itu. Rasa itu tidak akan pernah hilang sampai kapanpun memori tentang kalian akan selalu terkenang dan suatu saat akan selalu menjadi catatan berharga untuk disampaikan pada generasi-generasi berikutnya sebagai contoh teladan untuk mereka ikuti. Semoga tulisan yang penulis buat ini bisa membuat semua yang membacanya menghargai pentingnya sebuah persahabatan bahwa sebenarnya persahabatan itu sangatlah indah dan berharga, seperti yang penulis miliki teman-teman tersayang dan selalu siap membantu penulis pada saat penulis membutuhkan bantuan, begitupun mereka tidak pernah sungkang untuk berbagi semua cerita sehingga kita bisa bersama-sama menyelesaikan masalah kita seberat apapun juga. Terima kasih sahabatku berkat kalian aku bisa menulis semua ini dan yakinilah bahwa bagiku kalian sangatlah berharga...

Rumah qU

RUMAH adalah tempat tinggal kita , rumah juga bisa menunjukkan karakter diri kita sendiri dan saya disini ingin menceritakan tentang tempat tinggal saya . dan walaupun kita berada jauh disana jangan lupa dengan kampung halaman yang telah membesarkan kita . saya NAIMAH bertempat tinggal di desa bilaporah , saya tinggal di sana bersama ke dua orang tua saya , kakak , adik adik saya , saya juga tinggal dengan nenek saya .
RUMAH ku cukup jauh dari sekolahan ku jadi saya setiap hari berangkat ke sekolah bersama sepupu saya yang kebetulan sekolah di man model bangkalan juga . saya ke sekolahan naik sepeda motor . saya mempunyai tetangga tetangga , tetangga saya baik , dan jika keluarga saya sedang kesusahan tetasngga selalu membantu keluarga saya , di rumahku suasananya tidak hilang dari udara pagi yang masih sangat segar , sejuk , dan nyaman sekali .
Setiap hari minggu banyak orang lari pagi dan saya dan teman teman saya juga ikut lari pagi . rumahku berada di pinngi jalan deket tikungan jalan jadii setiap sore saya dan kakak perempuan saya selalu membersihkan rumah karena terkena debu .ayah dan ibuku juga ikut membantunya . jadi kami sekeluarga selalu membersihkan tempat tinggal kami bersama sama . dari malas membersihkannya sampai seneng karena di bersihkan bersama sama dengan kompak .
Rasa saling menghormati , memiliki dan menyayangi yang menjadikan masyarakat bilaporah tetap satu dalam hal apapun . perbedaan hidup di kota dengan di desa sangatlah berbeda jauh , misalnya : ada manten atau orang sakit mereka senantuiasa berbondong bondong untuk pergi ke oramng yang membutuhkan pertolongannya . rasa kekeluargaan yang sangat kuat sehingga bisa hidup damai dan rukun seperti keluarga ku saling membantu ,.
Bahkan satu bulan sekali warga sekitar meluangkan waktunya umtuk bersama sama bergotong royong membersihkan jalanan atau kuburan umum dan mereka semua tidak merasa keberatan dalam melakukan hal tersebut dan mereka bersama sama melakukannya . ibu ibu tidak lupa akan menyiapkan makanan siang untuk para bapak bapak . jadi masyarakat di rumah saya hidup damai , nyaman dan tentram.

Desa

Setelah sekian lama tidak berkeliling desa, karena kesibukanku mengarsip data para warga. Apalagi sekarang disibukkan dengan pembuatan KTP untuk warga, semakin berkurang waktu senggang yang ada….
Akhirnya sore hari ini aku menyempatkan diri untuk berjalan-jalan kelilling desa. Ini aku lakukan demi untuk
mengobati kesuntukan yang kualami dalam mengumpulkan dan mengarsip data warga selain itu aku pun rindu suasana lingkungan Desa saat sore hari. Karena biasanya kalau sore hari seperti aku akan melihat beberapa warga yang sedang bercengkerama maupun yang sedang memadu kasih.
Sore ini pun aku melihat beberapa warga yang sedang memadu kasih di Taman dekat Danau Desa. Aku tak ingin mereka terganggu dengan kehadiranku, oleh karena itu aku hanya berjalan mengelilingi Desa ini sekedar untuk melepaskan penat yang ada. Di sudut dekat Air mancur di taman, aku melihat D-wee dan Refo yang sedang bercengkerama dengan asyiknya. Agak jauh dari tempat mereka ke arah muara sungai yang mengallir ke danau itu aku melihat Rey sang penyair sedang merayu Nissa si janda penjual gado-gado yang cukup terkenal di desa ini.
Aku melanjutkan perjalanan berkeliling desa ini, selagi masih sore. Karena saat menjelang maghrib nanti aku harus sudah tiba di masjid untuk mempersiapkan shalat maghrib berjamaah. Selagi aku melanjutkan perjalanan keliling desa ini, aku pun melihat disalah satu sudut desa yang lain terlihat Risa yang sudah pulang dari tempat tugasnya sebagai Karyawan mini market ini sedang berada di kios rentalnya Kang Dudi. Mereka terlihat sangat akrab sekali bercengkeramanya. Aku melanjutkan perjalananku mengelilingi Desa ini. Ada beberapa wrga yang tak terlihat sore ini, mungkin mereka sedang berliburan akhir pekan.
Mendekati Studio Rangkat TV terlihat sang repotter Rizal sedang sibuk dengan berkas pelamar untuk menempati posisi sebagai rekan kerjanya di rangkat TV. Tapi, koq Rizal tidak sendiri ya… Oh, ternyata dia dibantu Ningwang sang janda kembang.
Karena waktu sudah mendekati maghrib, aku segera bergegas menuju masjid untuk menyiapkan shalat berjama’ah.
Wah,…. sepertinya Desa ini sedang diselimuti kabut Cinta… Alangkah damainya suasana desa yang tentram ini, terlebih lagi sedang diselimuti kabut Cinta diantara warganya…

Indahnya Desa qU

Setiap kali berlebaran dan main ke rumah saudara di kampung, saya sangat senang sekali. Sebab sambil bersilaturahim saya bisa melihat pemandangan yang indah di desa. Hamparan sawah yang luas dengan latar belakang pegunungan yang mempesona. Siapapun akan memujinya seraya berkata, “subhanallah”. Maha suci Allah yang telah menciptakan alam di desaku yang indah.
Sambil sarapan bubur di dekat perkebunan teh saya melihat pemandangan yang sangat indah sekali. Inilah indahnya wajah desaku yang tak saya temui di kota besar seperti Jakarta.
Para petani sudah turun ke ladang, dan hamparan sawah yang luas membuat saya bersyukur kepada Allah dapat melihat tempat yang mempesona ini.
Banyak orang kota datang ke desa kami ini untuk berlebaran. Menikmati indahnya kampung halamannya. Itulah mengapa banyak orang di kota memaksakan diri mudik ke kampung halamannya di saat lebaran idul fitri. Bukan hanya sekedar ingin bersilaturahim, dan saling bermaafan, tetapi juga merasakan suasana desa yang menyejukkan hati. Kalau saja banyak pekerjaan di desa tentu tidak akan banyak orang yang urbanisasi ke kota. Perlu kretivitas pemimpin kepala daerah untuk mampu menciptakan lapangan kerja baru di desa.
Indahnya wajah desaku tak kalah dengan indahnya desa di pulau dewata bali. Seandainya saja pemerintah daerah mampu mengembangkan potensi desaku menjadi desa wisata, pastilah akan ada lapangan kerja baru untuk para penduduk di desa.
Mereka bisa melihat langsung kualitas cabai merah dari desa taraju. Cabai merah adalah hasil perkebunan dari desa taraju yang telah masuk pasar induk diberbagai kota termasuk bandung, jakarta, dan semarang.
Akhirnya indahnya wajah desaku membuat saya betah berlebaran di kampung. Suasana desa yang menyejukkan hati membuat diri ini jadi malas pulang ke kota. Pesona desa taraju bagaikan pretty woman dari bumi parahiyangan.

Desa Kelahiran qU

Saya jarang sekali keluar rumah kecuali ada kegiatan sekolah, atau keperluan mendadak dan ketika ada di rumah saya memiliki kegiatan sendiri, seperti membaca buku, mengarang cerita-cerita, bermain sama adik, menonton tv, dan membantu orang tua sehingga ketika saya berada dirumah tidak mudah bosan. Terkadang, setiap sore saya selalu bermain bersama teman-teman dirumah teman saya.
Ketika dirumah saya ada acara, masyarakat sekitar rumah saya turut membantu dalam acara tersebut dan sebaliknya. Jadi mereka semua turut membantu dalam hal apa aja tapi tolong-menolong dalam kebaikan. Dan setiap hari minggu, masyarakat di daerah rumah saya sering mengadakan gotong royong atau kerja bakti bagi warga laki-laki. Sedangkan wanita menyiapkan makanan dan minuman untuk dinikmati ketika istirahat.
Ayah saya selalu mengikuti acara gotong royong tersebut. Saya sangat senang sekali mempunyai tetangga-tetangga seperti mereka. Adapun pengajian yang diadakan oleh para ibu-ibu atau perempuan yang masih bersekolah. Dan juga, di kampung saya terdapat pengajian untuk anak-anak kecil, agar anak-anak tersebut pandai dalam mengaji dan rajin sholatnya.
Terkadang, setiap sabtu dan minggu om dan keluarganya dari Sidoarjo datang kerumah untuk menginap. Om saya mempunyai 2 anak, perempuan dan laki-laki. Yang anak laki-lakinya tersebut sangatlah nakal, tapi dia nurut sama saya. Dia kelas 1 SD Unggulan. Sedangkan yang perempuan, itu manja sekali dengan ayahnya. Tetapi dia menangis ketika saya ingin menggendong dia.

di sekitar rumah qU

Saya jarang sekali keluar rumah kecuali ada kegiatan sekolah, atau keperluan mendadak dan ketika ada di rumah saya memiliki kegiatan sendiri, seperti membaca buku, mengarang cerita-cerita, bermain sama adik, menonton tv, dan membantu orang tua sehingga ketika saya berada dirumah tidak mudah bosan. Terkadang, setiap sore saya selalu bermain bersama teman-teman dirumah teman saya.
Ketika dirumah saya ada acara, masyarakat sekitar rumah saya turut membantu dalam acara tersebut dan sebaliknya. Jadi mereka semua turut membantu dalam hal apa aja tapi tolong-menolong dalam kebaikan. Dan setiap hari minggu, masyarakat di daerah rumah saya sering mengadakan gotong royong atau kerja bakti bagi warga laki-laki. Sedangkan wanita menyiapkan makanan dan minuman untuk dinikmati ketika istirahat.
Ayah saya selalu mengikuti acara gotong royong tersebut. Saya sangat senang sekali mempunyai tetangga-tetangga seperti mereka. Adapun pengajian yang diadakan oleh para ibu-ibu atau perempuan yang masih bersekolah. Dan juga, di kampung saya terdapat pengajian untuk anak-anak kecil, agar anak-anak tersebut pandai dalam mengaji dan rajin sholatnya.
Terkadang, setiap sabtu dan minggu om dan keluarganya dari Sidoarjo datang kerumah untuk menginap. Om saya mempunyai 2 anak, perempuan dan laki-laki. Yang anak laki-lakinya tersebut sangatlah nakal, tapi dia nurut sama saya. Dia kelas 1 SD Unggulan. Sedangkan yang perempuan, itu manja sekali dengan ayahnya. Tetapi dia menangis ketika saya ingin menggendong dia.

BUKU Favorit

aku hobi membaca buku. aku suka membaca banyak buku. dari buku-buku itu ada buku-buku yang aku suka. buku-buku itu antara lain:
Rich dad poor dad, Robert T. Kiyosaki.
Rich dad cashflow quadrant, Robert T. Kiyosaki.
Rich dad guide to investing, Robert T. Kiyosaki.
winning people, John C maxwell.
membangkitkan kepemimpinan dalam diri anda, John c. Maxwell.
17 hukum kepemimpinan yang efektif, John C. maxwell.
21 hukum kepemimpinan yang tak lekang oleh waktu, John C. maxwell.
Fairish, Esti Kinasih.
Dia, bukan aku; Esti Kinasih.
Jingga dan senja, Esti Kinasih.
Jingga dalam elegi, Esti Kinasih.
Da vinci Code, Dan Brown.
Angel and demon, Dan Brown.
The Lost Symbol, dan Brown.
10 langkah menjadi jenius kreatif, Tony Buzan.
bagaimana menjadi jenius seperti Leonardo da vinci, Michael J. Gelb
Head first, Tony Buzan.
Success principle, Jack Canfield.
pada dasarnya aku suka buku berdasarkan penulisnya karena menurutku penulis yang bagus punya banyak karya. oleh karena itu aku mendaftar penulis-penulis bagus yang aku suka. mereka antara lain:
Esti Kinasih
Agnes Jessica
Luna torashyngu
Helvy Tiana Rosa
Asma Nadia
John C Maxwell
Robert T Kiyosaki