Sejarah Berdirinya Kerajaan Singosari

Kerajaan Singasari (1222-1293) adalah salah satu kerajaan besar di Nusantara vang didirikan oleh Ken Arok pada 1222. Kerajaan Singasari mencapai puncak kejayaan ketika dipimpin oleh Raja Kertanegara (1268-1292) yang bergelar Maharajadhiraja Kertanegara Wikrama Dharmottunggadewa.



Ken Arok merebut daerah Tumapel, salah satu wilayah Kerajaan Kediri yang dipimpin oleh Tunggul Ametung, pada 1222. Ken Arok pada mulanya adalah anak buah Tunggul Ametung, namun ia membunuh Tunggul Ametung karena jatuh cinta pada istrinya, Ken Dedes. Ken Arok kemudian mengawini Ken Dedes. Pada saat dikawini Ken Arok, Ken Dedes telah mempunyai anak bernama Anusapati yang kemudian menjadi raja Singasari (1227-1248). Raja terakhir Kerajaan Singasari adalah Kertanegara.Ken Arok

Ketika di pusat Kerajaan Kediri terjadi pertentangan antara raja dan kaum Brahmana, semua pendeta melarikan diri ke Tumapel dan dilindungi oleh Ken Arok. Pada 1222, para pendeta Hindu kemudian menobatkan Ken Arok sebagai raja di Tumapel dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi. Adapun nama kerajaannya ialah Kerajaan Singasari. Berita pembentukan Kerajaan Singasari dan penobatan Ken Arok menimbulkan kemarahan raj` Kediri, Kertajaya. la kemudian memimpin sendiri pasukan besar untuk menyerang Kerajaan Singasari. Kedua pasukan bertempur di Desa Ganter pada 1222. Ken Arok berhasil memenangkan pertempuran dan sejak itu wilayah kekuasaan Kerajaan Kediri dikuasai oleh Singasari.

Kertanegara

Ken Arok memerintah Kerajaan Singasari hanya lima tahun. Pada 1227 ia dibunuh oleh Anusapati, anak tirinya (hasil perkawinan Tunggul Ametung dan Ken Dedes). Sepuluh tahun kemudian Anusapati dibunuh oleh saudara tirinya, Tohjaya (putra Ken Arok dengan Ken Umang).

Kematian Anusapati menimbulkan kemarahan Ranggawuni, putra Anusapati. Ranggawuni langsung menyerang Tohjaya. Pasukan Tohjaya kalah dalam pertempuran dan meninggal dunia dalam pelarian. Pada 1248 Ranggawuni menjadi raja Singasari bergelar Sri Jaya Wisnuwardhana. Ranggawuni memerintah Kerajaan Singasari selama 20 tahun (1248-1268) dan dibantu oleh Mahisa Cempaka (Narasingamurti). Ranggawuni wafat pada 1268 dan digantikan oleh putranya, Kertanegara. la memerintah Kerajaan Singasari selama 24 tahun (1268-1292).

Ekspedisi Pamalayu

Kertanegara terus memperluas pengaruh dan kekuasaan Kerajaan Singasari. Pada 1275 ia mengirim pasukan untuk menaklukkan Kerajaan Sriwijaya sekaligus menjalin persekutuan dengan Kerajaan Campa (Kamboja). Ekspedisi pengiriman pasukan itu dikenal dengan nama Pamalayu. Kertanegara berhasil memperluas pengaruhnya di Campa melalui perkawinan antara raja Campa dan adik perempuannya. Kerajaan Singasari sempat menguasai Sumatera, Bakulapura (Kalimantan Barat), Sunda (Jawa Barat), Madura, Bali, dan Gurun (Maluku).

Serangan Pasukan Mongol

Pasukan Pamalayu dipersiapkan Kertanegara untuk menghadapi serangan kaisar Mongol, Kubilai Khan, yang berkuasa di Cina. Utusan Kubilai Khan beberapa kali datang ke Singasari untuk meminta Kertanegara tunduk di bawah Kubilai Khan. Apabila menolak maka Singasari akan diserang. Permintaan ini menimbulkan kemarahan Kertanegara dengan melukai utusan khusus Kubilai Khan, Meng Ki, pada 1289. Kertanegara menyadari tindakannya ini akan dibalas oleh pasukan Mongol. la kemudian memperkuat pasukannya di Sumatera. Pada 1293 pasukan Mongol menyerang Kerajaan Singasari. Namun Kertanegara telah dibunuh oleh raja Kediri, Jayakatwang, setahun sebelumnya. Singasari kemudian dikuasai oleh Jayakatwang.

Atas: Arca Dwarapala merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Singasari.

TAHUKAH KAMU

Pasukan Mongol menghancurkan Kerajaan Kediri dan membunuh Jayakatwang karena menyangka Kerajaan Kediri sebagai Kerajaan Singasari dan Jayakatwang sebagai Kertanegara.


Kiri bawah: Candi Jago terletak di Malang, Jawa Timur, merupakan peninggalan Kerajaan Singasari yang dibangun untuk Raja Wisnuwardhana, raja Singasari, pada pertengahan abad ke-13. Dalam Negarakertagama, candi ini merupakan salah satu tempat yang dikunjungi Hayam Wuruk pada 1359.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan besar di Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-12. Kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Pusat kerajaanya terletak di tepi S. Brantas yang pada masa itu telah menjadi jalur pelayaran yang ramai.

Kumpulan Sejarah
Berdirinya Kerajaan Kediri
Penemuan Situs Tondowongso pada awal tahun 2007, yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Kadiri diharapkan dapat membantu memberikan lebih banyak informasi tentang kerajaan tersebut. Beberapa arca kuno peninggalan Kerajaan Kediri. Arca yang ditemukan di desa Gayam, Kediri itu tergolong langka karena untuk pertama kalinya ditemukan patung Dewa Syiwa Catur Muka atau bermuka empat.

Pada tahun 1041 atau 963 M Raja Airlangga memerintahkan membagi kerajaan menjadi dua bagian. Pembagian kerajaan tersebut dilakukan oleh seorang Brahmana yang terkenal akan kesaktiannya yaitu Mpu Bharada. Kedua kerajaan tersebut dikenal dengan Kahuripan menjadi Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri) yang dibatasi oleh gunung Kawi dan sungai Brantas dikisahkan dalam prasasti Mahaksubya (1289 M), kitab Negarakertagama (1365 M), dan kitab Calon Arang (1540 M). Tujuan pembagian kerajaan menjadi dua agar tidak terjadi pertikaian.
Kerajaan Jenggala meliputi daerah Malang dan delta sungai Brantas dengan pelabuhannya Surabaya, Rembang, dan Pasuruhan, ibu kotanya Kahuripan, sedangkan Panjalu kemudian dikenal dengan nama Kediri meliputi Kediri, Madiun, dan ibu kotanya Daha. Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan masing-masing kerajaan saling merasa berhak atas seluruh tahta Airlangga sehingga terjadilah peperangan.
Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru, yaitu Daha. Sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Janggala yang berpusat di kota lama, yaitu Kahuripan. Panjalu dapat dikuasai Jenggala dan diabadikanlah nama Raja Mapanji Garasakan (1042 – 1052 M) dalam prasasti Malenga. Ia tetap memakai lambang Kerajaan Airlangga, yaitu Garuda Mukha.
Pada awalnya perang saudara tersebut, dimenangkan oleh Jenggala tetapi pada perkembangan selanjutnya Panjalu/Kediri yang memenangkan peperangan dan menguasai seluruh tahta Airlangga. Dengan demikian di Jawa Timur berdirilah kerajaan Kediri dimana bukti-bukti yang menjelaskan kerajaan tersebut, selain ditemukannya prasasti-prasasti juga melalui kitab-kitab sastra. Dan yang banyak menjelaskan tentang kerajaan Kediri adalah hasil karya berupa kitab sastra. Hasil karya sastra tersebut adalah kitab Kakawin Bharatayudha yang ditulis Mpu Sedah dan Mpu Panuluh yang menceritakan tentang kemenangan Kediri/Panjalu atas Jenggala.
Perkembangan Kerajaan Kediri
Dalam perkembangannya Kerajaan Kediri yang beribukota Daha tumbuh menjadi besar, sedangkan Kerajaan Jenggala semakin tenggelam. Diduga Kerajaan Jenggala ditaklukkan oleh Kediri. Akan tetapi hilangnya jejak Jenggala mungkin juga disebabkan oleh tidak adanya prasasti yang ditinggalkan atau belum ditemukannya prasasti yang ditinggalkan Kerajaan Jenggala. Kejayaan Kerajaan Kediri sempat jatuh ketika Raja Kertajaya (1185-1222) berselisih dengan golongan pendeta. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Akuwu Tumapel Tunggul Ametung.
Namun kemudian kedudukannya direbut oleh Ken Arok. Diatas bekas Kerajaan Kediri inilah Ken Arok kemudian mendirikan Kerajaan Singasari, dan Kediri berada di bawah kekuasaan Singasari. Ketika Singasari berada di bawah pemerintahan Kertanegara (1268 1292), terjadilah pergolakan di dalam kerajaan. Jayakatwang, raja Kediri yang selama ini tunduk kepada Singasari bergabung dengan Bupati Sumenep (Madura) untuk menjatuhkan Kertanegara. Akhirnya pada tahun 1292 Jayakatwang berhasil mengalahkan Kertanegara dan membangun kembali kejayaan Kerajaan Kediri.
Kumpulan Sejarah
Perkembangan politik kerajaan kediri
Mapanji Garasakan memerintah tidak lama. Ia digantikan Raja Mapanji Alanjung (1052 – 1059 M). Mapanji Alanjung kemudian diganti lagi oleh Sri Maharaja Samarotsaha. Pertempuran yang terus menerus antara Jenggala dan Panjalu menyebabkan selama 60 tahun tidak ada berita yang jelas mengenai kedua kerajaan tersebut hingga munculnya nama Raja Bameswara (1116 – 1135 M) dari Kediri.
Pada masa itu ibu kota Panjalu telah dipindahkan dari Daha ke Kediri sehingga kerajaan ini lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kediri. Raja Bameswara menggunakan lencana kerajaan berupa tengkorak bertaring di atas bulan sabit yang biasa disebut Candrakapala. Setelah Bameswara turun takhta, ia digantikan Jayabaya yang dalam masa pemerintahannya itu berhasil mengalahkan Jenggala. Berturut-turut raja-raja Kediri sejak Jayabaya sebagai berikut.
Pada tahun 1019 M Airlangga dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Airlangga berusaha memulihkan kembali kewibawaan Medang Kamulan, setelah kewibawaan kerajaan berahasil dipulihkan, Airlangga memindahkan pusat pemerintahan dari Medang Kamulan ke Kahuripan. Berkat jerih payahnya , Medang Kamulan mencapai kejayaan dan kemakmuran. Menjelang akhir hayatnya , Airlangga memutuskan untuk mundur dari pemerintahan dan menjadi pertapa dengan sebutan Resi Gentayu. Airlangga meninggal pada tahun 1049 M.
Pewaris tahta kerajaan Medang Kamulan seharusnya seorang putri yaitu Sri Sanggramawijaya yang lahir dari seorang permaisuri. Namun karena memilih menjadi pertapa, tahta beralih pada putra Airlangga yang lahir dari selir. Untuk menghindari perang saudara, Medang Kamulan dibagi menjadi dua yaitu kerajaan Jenggala dengan ibu kota Kahuripan, dan kerajaan Kediri (Panjalu) dengan ibu kota Dhaha. Tetapi upaya tersebut mengalami kegagalan. Hal ini dapat terlihat hingga abad ke 12 , dimana Kediri tetap menjadi kerajaan yang subur dan makmur namun tetap tidak damai sepenuhnya dikarenakan dibayang- bayangi Jenggala yang berada dalam posisi yang lebih lemah. Hal itu menjadikan suasana gelap, penuh kemunafikan dan pembunuhan berlangsung terhadap pangeran dan raja – raja antar kedua negara. Namun perseteruan ini berakhir dengan kekalahan jenggala, kerajaan kembali dipersatukandi bawah kekuasaan Kediri.
SISTEM PEMERINTAHAN KERAJAAN KEDIRI
Kumpulan Sejarah
Sistem pemerintahan kerajaan Kediri terjadi beberapa kali pergantian kekuasaan , adapun raja – raja yang pernah berkuasa pada masa kerajaan Kediri adalah:
Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabhu
Jayawarsa adalah raja pertama kerajaan Kediri dengan prasastinya yang berangka tahun 1104. Ia menamakan dirinya sebagai titisan Wisnu.
Kameshwara
Raja ke dua kerajaan Kediri yang bergelar Sri Maharajarake Sirikan Shri Kameshwara Sakalabhuwanatushtikarana Sarwwaniwaryyawiryya Parakrama Digjayottunggadewa, yang lebih dikenal sebagai kameshwara I (1115 – 1130 ). Lancana kerajaanya adalah tengkorak yang bertaring disebut Candrakapala. Dalam masa pemerintahannya Mpu Darmaja telah mengubah kitab samaradana. Dalam kitab ini sang raja di puji–puji sebagai titisan dewa Kama, dan ibukotanya yang keindahannya dikagumi seluruh dunia bernama Dahana. Permaisurinya bernama Shri Kirana, yang berasal dari Janggala.
Jayabaya
Raja kediri ketiga yang bergelar Shri Maharaja Shri Kroncarryadipa Handabhuwanapalaka Parakramanindita Digjayotunggadewanama Shri Gandra. Dengan prasatinya pada tahun 1181. Raja Kediri paling terkenal adalah Prabu Jayabaya, di bawah pemerintahannya Kediri mencapai kejayaan. Keahlian sebagai pemimpin politik yang ulung Jayabaya termasyur dengan ramalannya. Ramalan–ramalan itu dikumpulkan dalam satu kitab yang berjudul jongko Joyoboyo. Dukungan spiritual dan material dari Prabu Jayabaya dan hal budaya dan kesusastraan tidak tanggung–tanggung. Sikap merakyat dan visinya yang jauh kedepan menjadikan prabu Jayabaya layak dikenang.
Kumpulan Sejarah
Prabu Sarwaswera
Sebagai raja yang taat beragama dan budaya, prabu Sarwaswera memegang teguh prinsip tat wam asi yang artinya Dikaulah itu, , dikaulah (semua) itu , semua makhluk adalah engkau . Tujuan hidup manusia menurut prabu Sarwaswera yang terakhir adalah mooksa, yaitu pemanunggalan jiwatma dengan paramatma. Jalan yang benar adalah sesuatu yang menuju kearah kesatuan , segala sesuatu yang menghalangi kesatuan adalah tidak benar.
Prabu Kroncharyadipa
Namanya yang berarti beteng kebenaran, sang prabu memang senantiasa berbuat adil pada masyarakatnya. Sebagai plemeluk agama yang taat mengendalikan diri dari pemerintahannya dengan prinsip , sad kama murka, yakni enam macam musuh dalam diri manusia. Keenam itu adalah kroda (marah), moha (kebingungan), kama (hawa nafsu),loba (rakus),mada (mabuk), masarya (iri hati).

Cita - Cita qU

Jadi teringat ketika saat masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK) ditanya seorang guru, “apa cita-citamu, anak-anak?”. Kemudian aku menjawab dengan lugunya, “Jadi doktel”. Temen-temenku yang lain menjawab,
“Jadi plesiden”
“Jadi menteli”
“Jadi kontlaktol”
“Jadi pemain bal-balan”
Sungguh lugu dan lucunya waktu itu. Semua yang diomongkan temen-temenku adalah pekerjaan yang dapat dibilang kini sukses di negeri ini. Presiden merupakan salah satu jabatan tertinggi di negeri ini, bahkan predikat presiden terus melekat walaupun sudah tidak lagi menjabat lagi. Sebut aja mantan presiden megawati, mantan presiden habibie, dll. Semua nama itu pasti ada embel-embelnya “presiden” :D. Masa jabatan presiden paling lama 5 tahun untuk satu periodenya dan dipilih berdasarkan hasil pemilu secara langsung.
Dokter (dr.) juga merupakan salah satu profesi yang menjanjikan. Untuk mendapatkan predikat tersebut, kita harus menjadi menjalani sekolah kedokteran. Sayangnya untuk menjadi dokter butuh biaya pendidikan yang tak sedikit alias mahal banget. Bahkan diriku sempat bertanya, Sekolah Dokter kok mahal ? padahal profesi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat seantero Indonesia. Mungkin gara-gara ini juga, banyak dokter yang akhirnya (maaf) menjadi komersil karena biaya kuliahnya yang mahal. hmmm.. Semoga aja pemerintah menggratiskan biaya pendidikan dokter sehingga biaya untuk berobat ke dokter tidak semahal itu. Amiin
Petani merupakan salah satu profesi yang paling gak diinginkan oleh anak jaman sekarang. Bahkan orang tua mereka yang menjadi petani menginginkan anaknya kelak mempunyai pekerjaan yang lebih bermartabat/berkedudukan daripada menjadi petani. Bagaimana tidak, martabat/kedudukan seorang akan diikuti naiknya martabat orang tua. Jadi petani saat ini semakin sengsara dan banyak tantangannya, seperti harga pupuk yang sangat mahal, rumput dan alang-alang yang tumbuh semakin banyak, tikus sawah semakin merajalela, musim yang tidak bersahabat dan harga jual hasil panen murah. Belum lagi dibayangi gagal panen dan produk impor.

Indonesia dikenal sebagai negara agraria yang pernah swasembada beras setidaknya 3 kali pada tahun 1983, 2004 dan 2008. Selain tahun itu, negara kita selalu mengimpor beras untuk menutupi kebutuhan pangan negeri ini. Harga beras lokal yang terpaut jauh dengan beras impor pun turut membuat loyo petani kita. Mereka berkali-kali sambat kepada pemerintah atas ketidak berdayaannya menjadi seorang petani. Lahan pertanian pun semakin berkurang karena dibukanya perkebunan dan dibangunnya pemukiman dan gedung pencakar langit. Mungkin inilah yang membuat banyak anak Indonesia yang tidak ingin bercita-cita menjadi petani.
Semoga pemerintah mendengar, dan semoga petani kita menjadi makmur. Coba bayangkan kalau tidak ada mereka, saat kita lapar mau bergantung pada siapa? Beras impor? Sampai kapan? Sampai beras itu menjadi mahal dan semakin ketergantungan?

Hobi qU

Aku, mencoba mengenal siapa aku, mengenal diri sendiri. Melihat aku yang seperti sekarang ini. Melakukan banyak hal meski dengan hasil yang tidak sempurna, membuat sebuah karya meski tidak pernah menjadi maha karya atau master piece, seperti para tokoh-tokoh hebat yang terkenal bahkan tak peduli zaman. Seperti Thomas Alfa Edison dengan bola lampu penemuannya, atau Taufik Ismail dengan karya-karya sastranya, juga Andrea Hirata dengan buku tetralogi Laskar Pelangi yang aku suka.
Aku menulis meski aku bukan penulis dan tak tau teori menulis. Aku menyanyi meski bukan penyanyi dan tak punya suara yang indah untuk didengar. Aku menggambar meski aku bukan pelukis. Aku menulis dan membaca puisi meski aku bukan sastrawan. Aku menari meski gerak gerik tubuhku jauh sekali dari lemah gemulai. Aku berpidato meski aku tak punya kemampuan berorasi atau interpersonal skill yang baik. Dan banyak hal lagi aku lakukan meski aku tau aku tak punya kemampuan yang cukup, bahkan mengikuti lomba-lomba apa saja meski aku tak pernah memenangkannya.
Jika aku ditanya apa hobiku, bahkan aku tak punya hobi yang bisa membuatku menceritakannya dengan “wow! aku suka bangeett…” tapi aku tau aku suka hiking atau berkemah di masa-masa aku sekolah dulu, atau mendaki gunung semasa aku kuliah. Tapi setelah selesai masa sekolah aku juga tidak tergerak untuk melanjutkan kesukaan itu, padahal mungkin bisa saja aku bergabung dengan komunitas pecinta alam atau apa yang bisa membuatku tetap melakukan kesukaanku itu. Aku malah sibuk mencari kerja, lalu menikah, beranak dan larut dalam dunia itu.
Bisa dibilang kebanyakan hal yang sudah aku lakukan itu adalah terpaksa. Ya, aku memaksa diriku sendiri untuk melakukan sesuatu yang baru, sesuatu yang bukan bidangku. Aku terpaksa, dan dipaksa oleh diri sendiri, hanya untuk tau sejauh mana kemampuanku, seperti apa hasil akhirnya, buruk atau akan memuaskan. Sebenarnya aku tidak terlalu peduli bagaimana hasil akhirya, aku hanya ingin mencoba dan melakukan, meski tak jarang aku mendapat malu karena hasil yang buruk. Aah.. mungkin baru detik ini aku menyadari bahwa hobiku adalah Memaksa Diri.

Aktivitas qU

Istilah aktivitas sering dikenal dalam kehidupan sehari-hari yang bermakna kegiatan. dijelaskan bahwa "Activity is being active or lively, when a man is over seventy last time of full us usually past,".
Artinya: Aktivitas mengerjakan sesuatu kegiatan dengan aktif, di mana seseorang mempergunakan waktunya semuanya selalu berhasil, Sedangkan belajar atau learning dapat didefenisikan : "Learning Is a relatively permanent change In behavioral tendency and is the result of reinforced practice,".
Yang bermaksud: Belajar adalah perubahan yang relatif tetap dalam kecenderungan berpusat dan ia membawa hasil kenyataan yang kuat. Pendapat lain tentang belajar berbunyi :"Belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari pada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian,".

Bila pengertian aktivitas dikaitkan dengan pengertian belajar dapat dimaksudkan: Aktivitas adalah melakukan suatu perbuatan yang dapat merubah kepribadian seseorang dengan aktif, dimana seseorang mempergunakan waktunya, kecakapannya sehingga menghasilkan kecakapan baru yang berupa kecakapan sikap, kebiasaan, kapandaian dan pengertian. Dengan kata lain aktivitas belajar adalah kegiatan yang aktif dilakukan oleh seseorang untuk membawanya pada perubahan tingkah laku yang baru dan dicerminkan dalam kepribadiannya.

Bila pengertian aktivitas dikaitkan dengan pengertian belajar dapat dimaksudkan: Aktivitas adalah melakukan suatu perbuatan yang dapat merubah kepribadian seseorang dengan aktif, dimana seseorang mempergunakan waktunya, kecakapannya sehingga menghasilkan kecakapan baru yang berupa kecakapan sikap, kebiasaan, kapandaian dan pengertian. Dengan kata lain aktivitas belajar adalah kegiatan yang aktif dilakukan oleh seseorang untuk membawanya pada perubahan tingkah laku yang baru dan dicerminkan dalam kepribadiannya.


Faktor biologi dapat berupa kesehatan, pertumbuhan, perkembangan, kematangan, sedangkan faktor psikologis bisa berupa intelegensi, minat, motivasi, sikap, dan kepribadian seseorang, Faktor lingkungan keluarga dapat berupa per-hatian orang tua, ekonominya, keramaian anggota keluarga, ketenangan dalam keluarga, sedangkan faktor lingkungan se­kolah dapat berupa guru dan cara mengajarnya, metode yang digunakan dalam mengajar, sarana dan prasara pendidikan lainnya Faktor lingkungan masyarakat bisa berupa, masmedia, bioskop, televisi, radio, teman bergaul, organisasi, lingkungan perjudian, atau lainnya yang dapat merusak keaktifan siswa belajar

Makanan Favorit qU

Mungkin gak cuma aku aja yang merasakan ini..
kadang kita memiliki beberapa makanan spesial atau favorit yang entah dari kecil kita suka atau makanan tersebut mengingatkan kita akan seseorang atau bahkan makanan tersebut memiliki suatu kenangan tersendiri dimasa lalu..
hmmmm... kalau aku memfavoritkan LUMPIA sebagai makanan best of the best di bumi ini karena tekstur,rasa,sensasi saat memakannya itu buat aku merasa happy,Lumpia itu,murah,sarapan lumpia 5 aja udah bikin aku kenyang abis :D
bagaimana dengan kalian???
selama ini aku makan lumpia yang beredar di samarinda yah begitu-begitu aja rasanya..
Hari ini aku mau bereksperimen,bagaimana kalau aku membuat sendiri makanan favoritku ini... simple tapi mengenyangkan,memuaskan,dan membanggakan (^_^)

Band Favorit qU

ADA Band
Entah kenapa belum ada web site (home page) resmi ADA Band. Jadi, saya buatkan saja. Seadanya. Mohon maaf kalau terlalu sederhana. Yang penting bisa memenuhi kehausan para penggemar ADA Band. Mudah-mudahan nanti ada situs webnya yang lebih profesional. (If I have the time, I would do it. I just don’t have it right now. Update: setelah nemu situs ada band yang beneran, maka saya akan membatakan upaya ini. Situs ini tetap akan ada akan tetapi lebih dari pandangan saya pribadi.)
Nemu www.ada-band.com, tapi belum yakin bahwa ini adalah situs web resminya. Nampaknya bukan. Berdasarkan sebuah info situs ada band ada di http://www.ada-band.info. Ini yang benar.
Berita Terbaru
Album terbaru ADA Band adalah “Cinema Story”. Album ini berisi 6 lagu baru dan 6 lagu lama. Saya tidak tahu cerita (story, he he he) di belakang album ini. Kalau dilihat dari sampul album ini, ada kata-kata “Insipire by the film Selamanya…”. Masih belum jelas juga bagi saya. Yang pasti, lagu-lagunya asyik juga.
Lagu yang paling saya sukai dari album ini adalah “Belahan Jiwa”. Resensi album ini yang lebih lengkap akan menyusul. Yang penting adalah Anda membeli album ini dulu. Anda tidak akan menyesal. Demikian sebait lirik dari lagu “Haruskah Ku Mati” yang ada dalam album terbaru dari ADA Band, “Romantic Rhapsody.” Album ini sudah dapat diperoleh di toko musik. Silahkan borong. Versi CD yang saya tunggu-tunggu akhirnya keluar juga di bulan Mei 2006. Entah kenapa ada jeda waktu yang cukup lama antara keluarnya versi kaset dan versi CD.

Bagi saya, ini album terbagus mereka sejak album Metamorphosis. Memang saya mulai menggemari ADA Band sejak dalam format yang terakhir ini. (Hampir) semua lagu masuk dalam favorit saya, meskipun “Singgasana Cinta” dan “Surga Cinta” merupakan yang paling saya sukai. Sementara orang lebih menyukai lagu “Karena Wanita (Ingin Dimengerti).” Dalam beberapa hari terakhir ini saja kedua lagu ini sudah saya putar berkali-kali. Review komplitnya ada di sini. Yang pasti, Anda tidak bakal menyesal membeli album ini. T